Tau H. Mutahar? Beliau adalah tokoh kepanduan di Indonesia dan juga salah satu penggagas Paskibraka. Tak cuma sebagai tentara, karirnya merentang juga di pemerintahan, mulai jadi duta besar di Vatikan hingga mengakhiri masa karyanya di Departemen Luar Negeri. Semasa jadi tentara ia ada di ring 1 bapak pemimpin bangsa, Soekarno, sebagai ajudan. Kabarnya ialah tokoh yang sempat sukses menyelamatkan bendera pusaka dengan segala cara ketika Soekarno-Hatta ditangkap pasca proklamasi kemerdekaan RI.
Sebagai pecinta musik, saya menemukan kisah beliau ketika mencari bahan tulisan mengenai kaitan musik dan Pramuka, berhubung hari ini adalah Hari Pramuka. Ternyata beliau juga seorang pencipta lagu. Salah satunya adalah "Hymne Satya Dharma Pramuka". Lagu yang menjadi kebanggaan gerakan kepanduan Indonesia ini adalah buah kreasinya. Satu lagu ciptaannya yang juga sangat dikenal luas adalah "Syukur". Gerakan Pramuka dirasa perlu memiliki sebuah lagu wajib yang menyatukan organisasi kepanduan ini. Kehadiran unsur musik sebagai elemen di sebuah gerakan menjadikannya semakin manusiawi dan menyentuh rasa. Meski Pak Husein Mutahar sudah tiada 11 tahun lalu namun karyanya tetap berjaya terutama bagi Pramuka. Saya bangga dengan anak muda yang konsisten dan berdedikasi memberi kontribusi dalam bermasyarakat lewat kegiatan Pramuka.
Buat saya yang bergerak di bidang musik, menemukan fakta dan sejarah semacam ini jadi begitu menarik. Karena musik makin terasa keberadaannya di berbagai sendi kehidupan. Untuk para musisi dan kawan-kawan di industri musik jangan sampai lupa dengan berbagai sejarah permusikan tanah air kita di berbagai lini.
Saya pun menutup tanggal 14 Agustus tahun ini dengan mengucapkan, Selamat Hari Pramuka!
Photo credit: www.pramukaindonesia.com