Perjalanan untuk mendampingi media semacam ini memang merupakan salah satu tugas tim marketing di perusahaan rekaman. Cara ini sering dilakukan karena padatnya jadwal artis internasional yang hanya bisa mengunjungi 1-2 kota di setiap region. Di Asia, negara yang paling sering jadi tujuan adalah Hong Kong atau Singapura. Beberapa hal yang harus dikerjakan pra keberangkatan adalah pengaturan dan koordinasi dengan pihak media serta kantor regional. Selain itu tentu pengaturan hotel, penerbangan, akomodasi dan penjadwalan juga perlu dilakukan. Berkaitan dengan peliputan, kita harus koordinasi mengenai regulasinya. Semua ini diperlukan demi kelancaran proses peliputan dan wawancara. Semua ini sudah harus siap sebelum keberangkatan.
Kembali ke cerita
perjalanan yang kini sudah masuk hari kedua. Pagi-pagi saya mulai cek
kegiatan Collabro di media sosial, karena bisa menjadi bahan
wawancara serta konten promosi untuk diteruskan ke tim sosial media
kami. Mereka foto di airport dan juga mengambil video singkat di
kawasan Tsim Sha Tsui menyanyikan lagu “Let It Go” di pinggir
jalan. Oke tandanya mereka benar-benar sudah tiba di Hong Kong. Kami
jadi media pertama yang datang ke lokasi, karena sudah datang
jauh-jauh kalau sampai ada hal yang terlewat kan rugi besar. Tim Net.
segera menyiapkan peralatan di ballroom tempat showcase akan
berlangsung sementara saya berbincang serta berkenalan dengan
rekan-rekan Sony Music dari negara tetangga.
The Langham ternyata memang cukup mewah dan memiliki akar dari London. Hal ini sangat relevan dengan Collabro yang merupakan pemenang Britain’s GotTalent dan pernah tampil di acara Royal Variety, acara hiburan bergengsi untuk kalangan kerajaan Inggris. Istilah pimpinan The Langham Hongkong ketika menanggapi Collabro tampil di hotelnya di Hong Kong adalah “Bring’em home” karena The Langham Hong Kong begitu kental dengan nilai-nilai Inggris Collabro akan merasa seperti di rumah sendiri ketika tinggal di The Langham Hong Kong. Penonton pun tergelak sembari menikmati minuman dari Hennessy VSOP yang juga mensponsori acara ini.
The Langham ternyata memang cukup mewah dan memiliki akar dari London. Hal ini sangat relevan dengan Collabro yang merupakan pemenang Britain’s GotTalent dan pernah tampil di acara Royal Variety, acara hiburan bergengsi untuk kalangan kerajaan Inggris. Istilah pimpinan The Langham Hongkong ketika menanggapi Collabro tampil di hotelnya di Hong Kong adalah “Bring’em home” karena The Langham Hong Kong begitu kental dengan nilai-nilai Inggris Collabro akan merasa seperti di rumah sendiri ketika tinggal di The Langham Hong Kong. Penonton pun tergelak sembari menikmati minuman dari Hennessy VSOP yang juga mensponsori acara ini.
Tak lama, Collabro
diundang naik panggung. Lima pemuda berpakaian jas serba hitam pun
kini ada di hadapan penonton yang bertepuk dan bersorak. Sedikit
perkenalan dilanjutkan penampilan lagu “Come What May” dari
Moulin Rouge; “Over the Rainbow” dari The Wizard of Oz;
“Let It Go” dariFrozen, “All of Me” hit dari John
Legend, “Bring Him Home” dan “Stars” dari Les Miserables.
Mereka memang spesialis lagu dari pertunjukan musikal. Ini hal yang
saya suka dari mereka. Lagu musikal terdengar lebih mudah diterima
umum dengan jalan cerita yang juga lebih popular dibanding opera.
Saya orang yang cukup menikmati pertunjukan musik semacam ini
gara-gara beberapa kali ikut menangani acara-acara pribadi yang
mengundang penyanyi opera/klasik seperti Il Divo, Jackie Evancho dan
Richard & Adam. Buat saya Collabro lebih menarik dengan pembagian
vokal yang juga variatif. Karena sudah 4 kali menonton penampilan Il
Divo, pertunjukan Collabro ini menjadi penyegaran karena Il Divo
sudah lebih mapan dari sisi aransemen sehingga sudah lebih mudah
ditebak. Ini lebih segar, ditambah penampilan muda yang juga tentunya
lebih menarik dan menunjukkan antusiasme lebih besar.
Kami pun berberes dan sempat berbincang dulu dengan orang-orang dari pihak ROAR Global, perusahaan manajemen artis yang menaungi Collabro. Saya berkenalan dengan Professor Jonathan Shalit OBE, pendiri ROAR Global yang juga mendapat gelar kehormatan dari kerajaan Inggris atas jasanya di bidang dunia hiburan. Sebuah perbincangan singkat yang tapi berkesan karena saya tahu betapa orang yang saya ajak bicara itu adalah orang yang sangat penting di industri musik Inggris.
![]() |
Photo from Jonathan Shalit OBE Twitter |
Setelah semua beres kami
pun meninggalkan lokasi untuk kembali ke hotel dan berencana menutup
hari dengan makan malam di daerah Temple Street lokasi terkenal
tempat pasar malam dan resto seafood Spicy Crabs. Kami pun meluncur
dengan kereta MTR menuju stasiun Jordan dan berjalan kurang lebih 5
menit untuk sampai ke daerah Temple Street. Meski tak seramai Mong
Kok, saya lebih menikmati tempat ini karena lebih banyak dagangan
unik, jajanan jalanan dan tempat makan di pinggir jalan.
Kami memilih salah satu
rumah makan Spicy Crab yang ditawarkan oleh para pelayannya. Mereka
menawarkan makan ditempatnya dengan penuh semangat jadi kami pun
seakan tersedot ke tempatnya. Menunya kebanyakan seafood. Menu
spesialnya adalah Spicy Crab namun ternyata harganya mahal sekali
yaitu sekitar HKD400 untuk 2 ekor kepiting. No way. Kami akhirnya
hanya pilih Udang goreng, Ayam saus lemon dan sayuran jamur. Makanan
di tempat ini enak! Apalagi kita sudah sangat lapar karena tidak
sempat makan siang. Total yang harus kami bayar dengan menu diatas
plus minuman softdrink sebesar hampir HKD300, agak mahal tapi atas
nama pengalaman tak apalah.
Sudah kenyang, kami pun jalan-jalan menelusuri lapak-lapak jualan. Barang yang dijual lebih unik di pasar ini, dari bong, batu cincin, topeng tradisional sampai sex toys dijajakan di kaki lima. Kami juga menyicip cemilan jalanan entah apa namanya yang pasti ada semacam bakso goreng, kaki gurita dan kue waffle telur. Nyam nyam nyam. Harganya sekitar HKD20-30.
Sudah kenyang, kami pun jalan-jalan menelusuri lapak-lapak jualan. Barang yang dijual lebih unik di pasar ini, dari bong, batu cincin, topeng tradisional sampai sex toys dijajakan di kaki lima. Kami juga menyicip cemilan jalanan entah apa namanya yang pasti ada semacam bakso goreng, kaki gurita dan kue waffle telur. Nyam nyam nyam. Harganya sekitar HKD20-30.
Hari sudah larut, kami
pun kembali ke hotel untuk berkemas karena esok harus pulang meskipun
masih punya waktu jalan-jalan sampai sore sebelum berangkat ke
bandara. Let's go to sleep..