Hari ini adalah hari terakhir Pak Jan Djuhana bekerja di Universal Music Indonesia setelah 4 tahun berkarya. Sosok Pak Jan mungkin jadi salah satu nama paling disegani di industri musik Indonesia apalagi di dunia A&R (Artist & Repertoire). Saya sangat bangga sekali pernah merasakan bekerja bersama Pak Jan selama saya di Sony Music dan Universal Music. Tulisan ini menjadi salah satu apresiasi saya yang tertinggi untuk beliau.
Pertama kali saya berbincang dengan Pak Jan adalah ketika saya masih menjadi awak media di sebuah majalah musik. Pada saat itu redaksi menyusun edisi akhir tahun 2007 yang akan menghadirkan artikel wawancara dengan produser dalam negeri untuk memprediksi tren tahun berikutnya. Kami atur jadwal dan akhirnya disepakati waktu dan tempatnya. Dikirimlah saya ke kantor Sony Music di Jl. Johar (tempat yg akhirnya jadi tempat kerja saya di kemudian hari). Menunggu di ruangan berdinding merah dengan gambar beberapa artis internasional yang akhirnya waktu saya bekerja di Sony Music saya baru tahu namanya "Listening Room". Perbincangan pun terjadi. Wawancara sengkapnya bisa disimak di link berikut: https://issuu.com/guekoko/docs/listen__-_edisi_6/1?ff=true
Singkat cerita, sekitar 3,5 tahun kemudian, perjalanan karir membawa saya mendarat untuk berkantor di Jl. Johar 13, alamat legendaris kantor Sony Music Entertainment Indonesia. Menjadi bagian dari Sony Music memberi pengalaman pada saya untuk bisa berkarya bersama Pak Jan, meskipun berbeda divisi tapi tentu kita semua sedikit banyak bisa melihat secara langsung sepak terjang Pak Jan. Betapa dihargainya beliau, betapa tinggi respek para maha bintang tanah air kepada beliau.
Tidak heran kalau kita melihat sejarah Pak Jan. Mengorbitkan artis yang pada akhirnya jadi para maha bintang seperti Dewa, KLA Project, Padi, Sheila on 7, /rif, Yovie Widianto dan banyak lagi itu bukan prestasi sembarangan. Tidak cuma satu nama yang berhasil tapi banyak! Memang kesuksesan artis bergantung pada banyak hal dan atas kerja keras banyak pihak. Tapi tetap, sebagai seorang eksekutif petinggi A&R tanah air, Pak Jan ini tajam sekali. Artis pun pasti bicara serupa, silakan cek berbagai berita atau artikel para artis yang menyebut Pak Jan. Semua respek! Hal ini paling menyita perhatian saya terutama ketika 3 tahun terakhir ini bekerja bersama di Universal Music Indonesia.
Perjalanan saya ke Singapura bersama Pak Jan untuk menghadiri Anugerah Planet Muzik tahun lalu juga menunjukkan nilai respek yang serupa dari pelaku industri musik di negeri seberang. Artis, produser, label, media, semua sangat menghargai beliau.
Pak Jan ini sangat dekat dengan semua orang. Pribadi yang bersahaja namun disaat bersamaan bisa membuatnya disegani. Bukan ditakuti, tapi segan karena dihormati. Semua akan merasakan figur ayah jika berinteraksi dengan beliau. Saya bisa mengistilahkannya seperti "Bapaknya para artis". Saya pun merasakan hal serupa, betapa setiap pertemuan dan tegur sapa, Pak Jan mencurahkan keramahannya. Artis pun merasa sangat dihargai misalnya Pee Wee Gaskins yang menyebut Pak Jan ibarat Jenderal yang mau ikut perang bersama pasukannya di lini depan pertempuran, karena masih benar-benar hadir ke sesi rekaman yang kadang begitu melelahkan. Membawakan makanan, hadir atau menyampaikan perhatiannya untuk momen penting seperti pernikahan, ulang tahun, kelahiran anak, dll. Ini bukan sekedar pekerjaan untuk Pak Jan, musik dan dunia rekaman adalah hidupnya. Mengenal Ibu Jan juga sangat menyenangkan. Selalu seru dalam segala obrolan. Masakannya yang enak juga kadang dibawakan ke kantor untuk kami-kami para karyawan. Pernah suatu ketika saya ngobrol tentang bakpao dan Bu Jan bilang beliau suka bikin bakpao, sekitar 1-2 hari kemudian di kantor ada satu kotak bakpao homemade buatan Bu Jan! Top!
Tidak banyak orang belakang layar industri musik yang dikenal seluas Pak Jan Djuhana. Dunia kreatif Indonesia, apalagi para pelaku muda yang mungkin tidak pernah berinteraksi dengan beliau harus mengetahui sosoknya, karena pak Jan Djuhana secara konsisten puluhan tahun beliau terlibat dalam dunia musik dan bahkan menjadi bagian dalam membentuk sejarah musik modern tanah air.
Pak Jan juga orang yang penih semangat untuk berkembang. Dengan pengalamannya itu, beliau bisa saja bilang dirinya yang terhebat, tapi nyatanya siapapun bisa bertukar pikiran dua arah. Satu kutipan yang akan saya ingat dari wawancara dengan Pak Jan 11 tahun lalu, "Jangan sekedar menjadi follower. one step ahead, dan mempunyai karakter".
Untuk Pak Jan Djuhana, terima kasih luar biasa atas segala yang Bapak curahkan di Universal Music Indonesia. Semoga apapun perjalanan Pak Jan selanjutnya terus diberi jalan kesuksesan dan kebahagiaan dari Tuhan. Sehat selalu untuk Pak Jan dan Ibu. Saya merasa sangat bersyukur Alhamdulillah bisa merasakan pengalaman bekerja sama dengan legenda hidup musik Indonesia seperti Bapak. God bless you..
Cheers!